Senin, 27 April 2026

Old Money

 

Ga heran anak old money banyak yang multi talent. Dari kecil sudah disupport habis; les piano, biola, bahasa Inggris, dan banyak lagi. Semua basic need sudah sangat tercukupi, fokusnya hanya belajar. Gedenya, link dari orang tua sangat membantu.

Sedangkan anak dari keluarga kurang, jangankan disuruh les. Yang ada dari kecil sudah kon melu mikir butuh. Lulus sekolah seadanya, suruh kerja bantu biayain adek-adeknya. Habis itu suruh menghidupi orang tua.

Tidak adil, tapi ya begitu kenyatannya. Sad.



Beli Rumah atau Tidak?

Baru baca-baca komen warga sosmed sebelah, tentang "beli rumah atau enggak"?

Netizen yang komen sepenangkapan saya banyak dari kelas menengah ke bawah. Banyak yang keukeh "harus beli rumah, KPR lama ga papa, daripada seumur hidup ngontrak". Sangat masuk akal, karena bagi mereka, sedikit saja kesalahan keputusan, bisa sangat mempengaruhi seluruh kehidupan. Maen aman saja, yang penting selamat sampai akhir. Puncak kemapanan hidup menurut mereka: punya rumah lunas, bisa sekolahin anak, makan sehari-hari tercukupi, sesekali jalan-jalan. Udah.

Beli rumah - lunas (ga papa ga luas, yang penting lunas - walaupun ngos-ngosan bulanannya) adalah step yang harus dilewati agar lebih merasa aman, dan lebih siap melewati step berikutnya.


Sedangkan PoV mereka yang beneran punya uang, keputusan beli rumah atau tidak, hanya sebuah pilihan. Mau beli ya tinggal beli, mau di apart, sewa rumah biar bisa pindah-pindah ya ga ada masalah. Not a big deal. 

Ekonomi yang stabil melahirkan keputusan yang matang dan tidak terburu-buru. Latar belakang keluarga yang bagus, pengetahun (finansial, dll), mungkin pengalaman hidup berpindah-pindah di luar negeri sangat mempengaruhi pertimbangan mereka.


Tidak ada kebenaran mutlak.